Menulis, Buku, Kehidupan

Selasa, 17 Maret 2015

7 Hal yang Membuat Hantu Ini Disukai Meskipun Menyeramkan


Namanya Anna. Lengkapnya Anna Korlov. Menurut kabar yang beredar di Thunder Bay, Ontario, Kanada, Anna tewas ketika pulang dari prom night. Mayatnya ditemukan dengan keadaan leher tergorok pada suatu malam di tahun 1958. Darah Anna membasahi gaun putih prom-nya, sehingga ia disebut Anna Dressed in Blood. Puluhan tahun, hantu gadis 16 tahun itu bersemayam di rumah tua yang dulu menjadi kediaman saat hidup. Anna membunuh siapa saja yang masuk ke rumah itu.

Menyeramkan? Kisah itu hanya cerita dalam novel kok. Berdasarkan kilasan kisah Anna tersebut, mungkin sebagian orang tua memutuskan untuk tidak membaca novel Anna Dressed in Blood. Namun remaja belasan tahun, bisa saja terus melanjutkan baca sampai halaman terakhir. Apa yang menarik mereka untuk membaca novel yang tebalnya lebih dari 400 halaman ini? 

Berikut saya coba simpulkan beberapa hal yang membuat novel Anna Dressed in Blood disukai, meskipun ada kesan menyeramkan dalam ceritanya.  

1. Aksi Heroik Membunuh Hantu
Pada cerita fiksi, hantu gentayangan umumnya berasal dari seseorang yang terbunuh dengan cara yang tidak wajar; seringkali dibunuh. Begitu juga dengan hantu-hantu yang bangkit dan membunuhi orang-orang hidup dalam novel Anna Dressed in Blood. Di bab pertama, kita sudah akan disuguhi aksi hantu jalan tol yang sering mengangganggu pengendara mobil. Di bab pembuka ini, tokoh utama cerita berhasil membunuh si hantu sendirian! Aksi yang ingin dilakukan sebagian remaja, bukan? Dari sinilah ketertarikan membaca novel Anna Dressed in Blood ini bisa bermula.  

2. Tokoh Utama Cowok Cool
Tokoh utama novel ini bernama Theseus Cassio yang dipanggil Cas. Ia cowok berusia 16-17 tahun yang memiliki athem, belati peninggalan ayahnya yang bisa membunuh hantu. (Orang mati mengenaskan, menjadi hantu, dengan athem ia mati lagi. Membingungkan, ya? Tapi itulah logika di novel fantasi ini). Cas digambarkan sebagai cowok yang cukup percaya diri, cool, berani, dan selalu bersemangat untuk membunuh hantu. Beberapa sifat dan perilakunya mungkin diidamkan oleh sebagian remaja. Mungkin sosok Cas inilah yang menarik hari pembaca untuk terus membaca novel Anna Dressed in Blood.   

3. Tiga Tokoh Layaknya Harry Potter
Selain Cas, ada Thomas dan Carmel. Thomas cowok yang pemalu, penampilannya agak berantakan, tertutup, suka menyendiri, namun bisa membaca pikiran orang lain dan ditampilkan sebagai penyihir yang cukup berbakat. Begitu bertemu dan membaca pikiran Cas, Thomas memutuskan untuk jadi sahabat setia Cas. Sementara Carmel adalah cewek populer di sekolah, semacam ratu lebah yang hanya dengan satu senyuman bisa membuat cowok melakukan apa yang ia minta. Carmel aktif di berbagai kegiatan siswa dan pintar. Nilai-nilai akademisnya sempurna. Perpaduan Cas, Thomas, dan Carmel, dalam memburu hantu sadar atau tidak akan mengingatkan pembaca pada novel Harry Potter. Trio yang beranggotakan satu cowok hebat, satu cowok kikuk namun setia kawan dan satu cowok pintar kerap berhasil memikat pembaca.    

4. Ibu yang Hangat dan Perhatian
Ibu Cas seorang penyihir yang menjual perlengkapan sihir secara on-line. Bisnis sihir online tersebut sangat menguntungkan sehingga bisa membiayai hidupnya dan Cas sejak sang suami meninggal dimakan hantu. Ibu selalu merendam athem dalam garam setelah dipakai Cas membunuh hantu dan menyiapkan aneka ramuan untuk memulihkan stamina Cas. Ibu juga selalu ingin tahu aksi Cas dan peduli dengan masalah-masalah Cas. Sosok ibu yang bayak didamba remaja, kan? Saat membaca novel Anna Dressed in Blood, pembaca bisa saja sangat berharap memiliki ibu seperti itu.   

5. Hantu Anna yang Cantik
Anna memang punya sosok yang seram saat membunuh. Sosok brutal itulah yang awalnya ingin sekali dilenyapkan Cas. Namun begitu Cas bertemu Anna, hantu gadis itu memperlihatkan sosok cantik nan lembut juga. Meskipun Cas melihat sosok seram Anna yang mengoyak orang layaknya kertas, Cas enggan membunuh Anna akibat sosok lain Anna yang cantik itu. Wajar kan jika pembaca mulai simpati pada sosok Anna. Setelah tahu latar belakang kematian Anna, saya yakin simpati atau empati pada diri pembaca terhadap Anna akan bertambah sehingga semakin kuat alasan motivasi pembaca untuk menamatkan novel Anna Dressed in Blood

6. Kisah Cinta yang Mustahil di Dunia Nyata
Cas si cowok pemburu hantu. Anna Dressed in Blood, hantu ganas yang suka merobek tubuh orang yang masuk ke rumahnya. Keduanya bertemu akibat aksi jahil geng Trojan yang tidak suka dengan Cas. Cas terpesona dengan Anna. Anna enggan membunuh Cas. Hubungan ganjil asmara antara manusia fana dengan hantu pun terjadi. Sesuatu yang tiada akan pernah ada di dunia nyata, kan? Pembaca dibuat penasaran dengan akhir kisah cinta keduanya.   

7. Obeahman si Hantu Kuat
Pada kisah si baik melawan si jahat, selalu ada penjahat tangguh yang harus dikalahkan si baik. Obeahman adalah si penjahat dalam novel Anna Dressed in Blood ini. Dialah hantu yang memakan ayah Cas. Setelah sekian lama Cas mencarinya, Obeahman muncul dari tempat yang sama sekali tidak disangka oleh Cas dan ibunya. Upaya Cas dan juga kemudian Anna melawan Obeahman ini tentu ingin diketahui pembaca. Lengkap sudah daya tarik novel ini. 

Itulah beberapa daya tarik yang bisa dijadikan pertimbangan orang tua untuk ikut membaca novel Anna Dressed in Blood. Tidak ada salahnya meluangkan waktu untuk ikut membaca novel ini sehingga punya bahan diskusi dengan si remaja, terlebih novel ini akan segera hadir dalam versi layar lebaranya. 

Data Buku
Judul                                     : Anna Dressed in Blood
Penulis                                  : Kendare Blake
Penerjemah                           : Angelic Zaizai
Penyunting                            : Lisa Indriani
Penyelaras aksara                  : Nunung Wiyati
Penata aksara                         : Axin Makruf
Penerbit                                  : Mizan Fantasi (Nourabooks)
Terbit                                     : November 2014
Tebal                                     : 380 hlm.


Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar